Budayakan Misuh

Misuh, adalah sebuah kata kerja dalam Bahasa Jawa yang berasal dari kata dasar pisuh. Kalau diterjemahkan ke Bahasa Indonesia artinya adalah umpatan atau pengungkapan rasa kesal.

Dalam kehidupan sehari-hari kita (atau mungkin cuma saya) acapkali kita misuh, baik disengaja maupun tidak sengaja. Ya misuh merupakan naluri dasar setiap orang. Di belahan dunia manapun kita bisa menjumpai orang misuh, tentu saja dengan bahasa mereka masing-masing.

Sebagai orang jawa, saya merasa beruntung karena koleksi pisuhan dalam bahasa Jawa amat sangat lengkap sekali ragamnya :D. Kalau anda ingin mencoba mempelajari berbagai pisuhan khas Jawa, silakan kunjungi Direktori Pisuhan ini.

Saya sendiri tergolong orang yang rajin misuh. Apalagi kalo mood lagi jelek, seluruh direktori pisuhan yang tersimpan di otak saya pun akan terlontar dengan mudahnya. Jangan dibayangin deh gimana kalo saya lagi misuh :P.

Tapi misuh itu juga harus lihat-lihat tempat juga lho. Kalau sedang maen bareng teman, bolehlah misuh sekasar-kasarnya. Mau pake pisuhan legendaris macam :ndhasmu, asu, bajingan, dapurmu dll pun saya kira ndak masalah. Tapi kalo sedang sama orang tua janganlah misuh seenaknya. Pernah suatu kali saya sedang jalan bareng bapak saya, tiba-tiba kaki saya tersandung sebongkah batu sehingga spontan saya bilang “hoassyuu”. Anda boleh membayangkan bagaimana reaksi bapak saya waktu itu. Dia menjewer saya :(.

Misuh memang bukanlah kebiasaan yang baik, tapi tak bisa dipungkiri kalo misuh merupakan bagian yang tak terpisahkan dari hidup kita. Bisa dikatakan hidup itu hampa tanpa misuh :D. Selamat misuh.

Iklan