Ngeblog Tanpa Mikir

Beberapa kawan narablog bilang kalo dia sering merasa ragu untuk memposting tulisannya dalam blog. Ada yang takut kalo tulisannya jelek, ndak bermutu, ndak menjual, ndak keren, dan yang endak-endak lainnya :D.

Kalo boleh saya bilang, sebenarnya jiwa ngeblog mereka masih setengah mateng. Blog, kata Raditya “kambing jantan” Dika, adalah diary online. Yang namanya diary tentu bisa kita isi sesuka hati dan otak kita kan.

Lalu ngapain ragu nulis di blog? nggak pede, malu kalo dibaca orang lain? Ya udah kalo gitu ndak usah bikin blog, nulis aja di diary atau buku catatan, beres kan.

Contohnya saya nih *narsis mode:on*, saya nulis juga asal aja, kadang ndak jelas, kadang ngawur, sering asal-asalan. Tapi ternyata saya baik-baik aja tuh. Ndak ada orang yang bilang tulisan saya jelek atau ndak layak di-blog-kan. Dan sampai sekarang saya juga masih eksis tuh di blogosfer.

Dulu pas awal-awal ngeblog, saya sering juga sih merasa ragu untuk memposting. Tetapi lama-kelamaan perasaan ragu itu hilang juga. Saya lalu berpikir kenapa harus malu nulis di blog, toh ini blog saya, mau diapa-apain terserah saya, kalo ada komen yang nggak cocok juga bisa saya hapus sesuka saya.

Sejak itu saya ndak pernah ragu lagi untuk menulis apapun di blog. Mau tulisan penting, tulisan gak berguna, tulisan ngawur, semua saya posting sesuka hati. Kalo ada orang yang ndak suka ya monggo. Saya tidak berhak mengatur perasaan orang lain :D.

Jadi kesimpulannya, buar para narablog yang masih ragu untuk menulis, pasanglah MUKA TEMBOK!!! Anggap aja ndak ada orang lain yang baca tulisan anda. Kalo misalnya ada yang berkomentar yang bernada menjelek-jelekkan atau merendahkan harkat dan martabat anda, hapus aja komen itu. Kalo masih ragu juga, ya udah ndak usah ngeblog. Ndak ngeblog juga anda ndak mati kok πŸ˜€

gambar diambil dari sini

Iklan