Tentang #MUInextharam dan Mengapa kita Harus Menghentikannya

Hari ini, sore ini tepatnya, timeline twitter saya penuh dengan hashtag #MUInextharam, bahkan hashtag tolol ini masuk trending topic di twitter.

Ada apakah gerangan? rupanya sebagian besar tweeps Indonesia sedang mengkritik, atau lebih tepatnya mengejek, kebijakan MUI yang semakin “rajin” membuat fatwa haram. Sebagian besar tweetnya berisi tentang kira-kira apa yang akan diharamkan oleh MUI selanjutnya.

“So What?” mungkin anda akan bilang begitu.

Oke, saya tahu anda jengkel, kesal, dan marah dengan fatwa-fatwa MUI yang semakin lama terdengar semakin “aneh” dan tidak populer. Tapi apa harus begini caranya? Bukankah masyarakat internet adalah masyarakat yang pandai dan beradab.

Sebelum anda tersesat kedalam ketololan yang lebih dalam, ada baiknya anda cari tahu dulu siapa MUI itu, dan mengapa MUI ada.

MUI menurut wikipedia adalah :

Lembaga Swadaya Masyarakat yang mewadahi ulama, zu’ama, dan cendikiawan Islam di Indonesia untuk membimbing, membina dan mengayomi kaum muslimin di seluruh Indonesia. Majelis Ulama Indonesia berdiri pada tanggal, 7 Rajab 1395 Hijriah, bertepatan dengan tanggal 26 Juli 1975 di Jakarta

dan tujuan berdirinya MUI adalah :

  • memberikan bimbingan dan tuntunan kepada umat Islam Indonesia dalam mewujudkan kehidupan beragama dan bermasyarakat yang diridhoi Allah Subhanahu wa Ta’ala;
  • memberikan nasihat dan fatwa mengenai masalah keagamaan dan kemasyarakatan kepada Pemerintah dan masyarakat, meningkatkan kegiatan bagi terwujudnya ukhwah Islamiyah dan kerukunan antar-umat beragama dalam memantapkan persatuan dan kesatuan bangsa serta;
  • menjadi penghubung antara ulama dan umaro (pemerintah) dan penterjemah timbal balik antara umat dan pemerintah guna mensukseskan pembangunan nasional;
  • meningkatkan hubungan serta kerjasama antar organisasi, lembaga Islam dan cendekiawan muslimin dalam memberikan bimbingan dan tuntunan kepada masyarakat khususnya umat Islam dengan mengadakan konsultasi dan informasi secara timbal balik.

Jadi alangkah bodohnya anda, apalagi kalau anda muslim, jika anda mengejek MUI hanya karena mereka mengeluarkan fatwa haram. Bukankah mereka hanya memberi bimbingan kepada kita, maaf maksudnya umat muslim. Kalau anda nggak suka dengan fatwa haram, ya udah abaikan aja larangannya, toh anda juga tidak akan dihukum.

Well, saya kira penjelasan saya cukup, dan bagi anda yang merasa masih mempunyai otak, saya kira anda tahu kalo hashtag #MUInextharam adalah sebuah kebodohan. Selamat malam.

Iklan